Synthetic Happiness (by Dan Gilbert, Harvard Psychologist)
Manakah yang lebih bahagia? orang yang dapat hadiah jutaan dolar atau orang yg tiba tiba lumpuh tangan & kakinya?
Menurut hasil riset dari Dan Gilbert, psikolog peneliti dari Harvard University, dua kelompok orang tersebut dalam waktu setahun setelah musbah atau rejeki nomplok itu akan memiliki tingkat kebahagiaan yg relatif sama
Minggu, 31 Januari 2016
Sabtu, 30 Januari 2016
Terapi Diri Sederhana
Artikel ini saya dapatkan dari grup facebook beberapa hari yang lalu, sudah sering mendengar tapi belum paham maknanya. Katanya sebuah mantra sakti dari dukun Indian yang bermanfaat untuk kesembuhan, kesehatan, kebahagiaan bahkan bisa untuk finansial juga. Ternyata setelah saya googling, saya juga sudah sering praktek karena "mantra" itu diajarkan melalui seminar/workshop/pelatihan hypnoteraphy yang saya ikuti. Penasaran...? Silahkan disimak saja deh...
HO’OPONOPONO
Apa itu Ho’oponopono ?
Ho’oponopono pada awalnya banyak dikenal sebagai sebuah seni dalam pemecahan masalah keluarga di Hawaii. Dalam perkembangan selanjutnya, Morrnah Nalamaku Simeona, seorang Khuna La’au Lapa’au atau penyembuh, memperkenalkan cara penemuan identitas diri melalui Ho’oponopono.
Penemuan Identitas Diri melalui Ho’oponopono dilakukan dengan cara mengambil alih sepenuhnya atas apa pun yang terjadi di dalam kehidupan kita. Ya, mengambil alih tanggung jawab sepenuhnya.
Kenapa Penting bagi Kita untuk Mengambil Alih Tanggung Jawab 100% Sepenuhnya?
Bertanggung jawab sepenuhnya atas kehidupan kita, berarti kita terus menerus melakukan pembersihan memori-memori (ingatan) kita, yaitu data-data buruk yang ada di memori kita. Pembersihan memori yang kita lakukan ini akan membawa kita pada “TITIK NOL” kita.
Apa itu “TITIK NOL” ?
HO’OPONOPONO
Apa itu Ho’oponopono ?
Ho’oponopono pada awalnya banyak dikenal sebagai sebuah seni dalam pemecahan masalah keluarga di Hawaii. Dalam perkembangan selanjutnya, Morrnah Nalamaku Simeona, seorang Khuna La’au Lapa’au atau penyembuh, memperkenalkan cara penemuan identitas diri melalui Ho’oponopono.
Penemuan Identitas Diri melalui Ho’oponopono dilakukan dengan cara mengambil alih sepenuhnya atas apa pun yang terjadi di dalam kehidupan kita. Ya, mengambil alih tanggung jawab sepenuhnya.
Kenapa Penting bagi Kita untuk Mengambil Alih Tanggung Jawab 100% Sepenuhnya?
Bertanggung jawab sepenuhnya atas kehidupan kita, berarti kita terus menerus melakukan pembersihan memori-memori (ingatan) kita, yaitu data-data buruk yang ada di memori kita. Pembersihan memori yang kita lakukan ini akan membawa kita pada “TITIK NOL” kita.
Apa itu “TITIK NOL” ?
Rabu, 27 Januari 2016
Harapan Penderita Kanker Dipupus
Copas pidato DR Warsito di pelepasan karyawan CTech.
Akhirnya harapan penderita kanker dipupus...
“Merupakan suatu kebanggaan bagi kita bisa bertemu, walau mungkin dalam suasana yang tidak terlaluy sempurna. Tapi, ini bagian bagaimana kita berkontribusi untuk dunia.
“Apa yang kita kerjakan benar-benar sesuatu yang luar biasa. Sesuatu yang selama ini dipandang tidak mungkin, menjadi mungkin. Dan kita lakukan itu semua di hadapan diri kita sendiri.
“Banyak orang belum percaya dengan hasil dari apa yang kita kerjakan. Hanya sebagian kecil saja yang percaya, dan mereka adalah orang-orang yang mendapat manfaat dari apa yang kita kerjakan.
“Kanker.
“Saya kira, kanker 5-10 tahun yang lalu tak ubahnya seperti pengumuman kematian yang diberitahukan lebih cepat. Tapi, kalau kita melihat apa yang telah kita lakukan, oleh CTech Edwar Technology, saya kira pekerjaan bisa diibaratkan seperti memberi sebuah “cahaya” kepada tempat yang sudah tidak ada cahayanya lagi.
“Sebagian besar orang belum memahami pentingnya apa yang kita kerjakan. Karenanya kita harus lebih bersabar agar makin banyak lagi orang memahami pentingnya apa yang kita kerjakan.
Senin, 25 Januari 2016
Kebaikan Memelihara Jenggot
Subhanallah.. Sunnah Rasulullah memang terbukti ada kebaikan didalamnya. Padahal di jaman itu blm ada mikroskop elektron yg bs membuktikan manfaat memelihara jenggot seperti penelitian dijaman skrg.
Alhamdulullah satu demi satu ajaran Islam yang dibawa Rasulullah Muhammad SAW 15 abad lampau dibuktikan kebenarannya secara ilmiah di era kemajuan teknologi dan penelitian dimasa kini.
Kali ini pembahasan tentang sunnah memelihara jenggot bagi pria.
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى
“Potong pendeklah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.” (HR. Muslim no. 623)
Dikutip dari independent.co.uk pada 21/1/2016 melansir hasil studi terbaru bahwa janggut (jenggot/beards) pada dagu para pria mengandung bakteri yang berpotensi menjadi antibiotik baru.
Sebuah laporan menyebutkan para peneliti menemukan fakta bahwa pria dengan dagu atau wajah tercukur bersih sebenarnya berisiko terpapar infeksi akibat bakteri yang resistan pada antibiotik, ketimbang para pria yang membiarkan dagunya ditumbuhi janggut atau bulu wajah.
Studi yang dipublikasikan Jurnal Hospital Infection, melakukan uji coba pada 408 staf rumah sakit, dengan menyeka wajah mereka, baik yang ditumbuhi rambut wajah maupun yang bersih dari rambut-rambut pada wajah.
Alhamdulullah satu demi satu ajaran Islam yang dibawa Rasulullah Muhammad SAW 15 abad lampau dibuktikan kebenarannya secara ilmiah di era kemajuan teknologi dan penelitian dimasa kini.
Kali ini pembahasan tentang sunnah memelihara jenggot bagi pria.
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى
“Potong pendeklah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.” (HR. Muslim no. 623)
Dikutip dari independent.co.uk pada 21/1/2016 melansir hasil studi terbaru bahwa janggut (jenggot/beards) pada dagu para pria mengandung bakteri yang berpotensi menjadi antibiotik baru.
Sebuah laporan menyebutkan para peneliti menemukan fakta bahwa pria dengan dagu atau wajah tercukur bersih sebenarnya berisiko terpapar infeksi akibat bakteri yang resistan pada antibiotik, ketimbang para pria yang membiarkan dagunya ditumbuhi janggut atau bulu wajah.
Studi yang dipublikasikan Jurnal Hospital Infection, melakukan uji coba pada 408 staf rumah sakit, dengan menyeka wajah mereka, baik yang ditumbuhi rambut wajah maupun yang bersih dari rambut-rambut pada wajah.
Sabtu, 09 Januari 2016
Mengapa Dilarang Menggerakkan Leher Berlebihan
Pelajaran dari kasus Allya Siska Nadya:
Mengapa Kita Tidak Boleh Menggerakkan Leher Secara Berlebihan ?
Oleh : Dr. dr. Wawan Mulyawan, SpBS, SpKP*
Saat pergi ke tukang cukur tertentu atau beberapa tukang urut tradisional sering kita ditawarkan untuk digerakkan leher ke arah tertentu secara dihentak dan menimbulkan bunyi “krrkkk”. Beberapa teman saya yang awam dengan ilmu kedokteran bahkan jadi ketagihan jika pergi ke tukang cukur langganannya untuk minta di”krrkkk”kan….Enak dan ringan katanya kalau sudah bunyi “krrkkk”…dan mereka juga bilang, “ga ada efek sampingnya kok”….. Benarkah????
Heboh yang muncul beberapa hari terakhir ini terkait dugaan malpraktik yang mengakibatkan kematian Allya Siska Nadya membuat saya teringat kembali dengan kisah teman yang sering ke tukang cukur “kkrrrk” itu. Saya kira ada kemiripan perlakuan yang dialami oleh teman saya dan almarhumah Allya. Bedanya teman saya dimanipulasi lehernya oleh orang yang jelas-jelas tidak paham anatomi leher (tukang cukur), sedangkan Allya dimanipulasi lehernya oleh orang yang “mengaku” paham dengan anatomi leher. Alhamdulillah teman saya walau sudah di”malpraktik”I oleh tukang cukur masih selamat sampai hari ini, walau sekarang dia sudah kapok setelah mencuatnya kasus Allya.
Seberapa bahayanya kah meng”krrkkk”kan leher itu ??
Mengapa Kita Tidak Boleh Menggerakkan Leher Secara Berlebihan ?
Oleh : Dr. dr. Wawan Mulyawan, SpBS, SpKP*
Saat pergi ke tukang cukur tertentu atau beberapa tukang urut tradisional sering kita ditawarkan untuk digerakkan leher ke arah tertentu secara dihentak dan menimbulkan bunyi “krrkkk”. Beberapa teman saya yang awam dengan ilmu kedokteran bahkan jadi ketagihan jika pergi ke tukang cukur langganannya untuk minta di”krrkkk”kan….Enak dan ringan katanya kalau sudah bunyi “krrkkk”…dan mereka juga bilang, “ga ada efek sampingnya kok”….. Benarkah????
Heboh yang muncul beberapa hari terakhir ini terkait dugaan malpraktik yang mengakibatkan kematian Allya Siska Nadya membuat saya teringat kembali dengan kisah teman yang sering ke tukang cukur “kkrrrk” itu. Saya kira ada kemiripan perlakuan yang dialami oleh teman saya dan almarhumah Allya. Bedanya teman saya dimanipulasi lehernya oleh orang yang jelas-jelas tidak paham anatomi leher (tukang cukur), sedangkan Allya dimanipulasi lehernya oleh orang yang “mengaku” paham dengan anatomi leher. Alhamdulillah teman saya walau sudah di”malpraktik”I oleh tukang cukur masih selamat sampai hari ini, walau sekarang dia sudah kapok setelah mencuatnya kasus Allya.
Seberapa bahayanya kah meng”krrkkk”kan leher itu ??
Langganan:
Postingan (Atom)